INDEKS MASSA TUBUH - Standar Ukuran Sehat?


Angka IMT (Indeks Massa Tubuh) memang bermanfaat sebagai pengukuran standar kategori badan kita. Namun IMT semata tidak bisa dijadikan patokan untuk menyatakan seseorang sehat atau tidak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, dan walaupun berat badan berperan besar, tapi bukan berarti orang yang kurus (yang IMTnya normal) pasti lebih sehat daripada mereka yang IMTnya diatas normal.

Usia dan IMT: Ukuran IMT ideal dapat bergeser seiring usia. "Orang-orang yang lebih tua kemungkinan seharusnya punya lemak sedikit lebih banyak di tubuhnya – tidak obesitas, mereka tidak boleh mencapai angka 30 untuk IMTnya," jelas Richard L. Atkinson, MD, direktur Obetech Obesity Research Center di Richmond, AS. Tapi, tambahnya, di usia senja, orang-orang yang "sedikit gemuk" cenderung memiliki tingkat survival lebih tinggi dibanding orang-orang  yang kurus. Belum jelas diketahui alasannya, tapi ini mungkin berkaitan dengan memiliki cadangan untuk dipakai ketika memerangi penyakit. Namun, sulit untuk mengatakannya secara pasti karena ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang.

IMT Besar Namun Tetap Sehat?

Scott Kahan, MD, MPH, direktur National Center for Weight and Wellness di Washington, D.C., dan seorang anggota fakultas George Washington University School of Medicine, melihat beberapa orang yang gemuk namun sehat; IMT mereka tidak benar-benar mencerminkan risiko kesehatan mereka. Para periset menggambarkan orang seperti ini sebagai "OSM," or "Obes Sehat secara Metabolisme," kata Kahan. "Mereka gemuk, angka IMT mereka menempatkan mereka pada kategori obesitas, namun pada tiap level yang kita lihat, kesehatan mereka sebenarnya bagus. Kolesterol dan tekanan darah mereka sangat bagus, gula darah mereka baik. Mereka tampaknya tidak punya efek kesehatan apapun dari kelebihan berat badan mereka."

Mengukur IMT hanyalah titik awal ketika pasien datang ke fasilitas Kahan. Ada banyak cara lain untuk menilai lemak tubuh dan risiko kesehatan, tambahnya.

Dimana Lemak di Badanmu?

Apakah badanmu lebih mirip dengan bentuk apel, atau pir? Lokasi lemakmu dapat membuat perbedaan pada kesehatanmu.

Tentu saja ada pengecualian, tapi umumnya, adalah lemak perut, atau bentuk "apel", yang secara metabois lebih berisiko. Ketika lemak berkumpul di sekitar pinggang dan bukan di sekitar pinggul, risiko terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 lebih besar, menurut NIH (National Institutes of Health).

"Secara metabolis, ini cenderung merupakan lemak aktif, atau lemak yang mengacaukan metabolismemu dan juga parameter kesehatanmu dan pada akhirnya akan menyebabkan risiko yang lebih besar," ujar Kahan.

Lemak yang terakumulasi di pinggul dan paha -- bentuk "pir" -- potensi bahayanya lebih tidak sebesar bentuk apel. "Banyak perempuan yang memiliki obesitas di tubuh bagian bawah, jadi pinggul dan paha mereka lebih besar, tapi pinggang mereka tidak terlalu lebar," ujar Atkinson lagi. Lemak di tubuh bagian bawah tidak tidak membawa risiko yang sama dengan lemak perut, tambahnya.

Cara Lain untuk Mengukur

Ada pengukuran apalagi selain IMT? Kamu mungkin mau mengambil meteran kainmu.
Ukuran Pinggang: Ini mudah sekali: lilitkan meteran di pinggangmu. Untuk pengukuran pinggang yang akurat, Kahan mengatakan untuk melilitkan meteran tersebut di sekeliling pinggangmu, di ujung atas tulang panggul di punggung bawah dan melintasi pusarmu.
Laki-laki harus memiliki ukuran tidak lebih dari 99-101 cm, untuk perempuan tidak lebih dari 85 cm, jelas Atkinson.

Tentu ada perbedaan bagi ras-ras tententu. Misalnya, Joslin Diabetes Center menyatakan bahwa laki-laki Asia harus menjaga lingkar pinggang mereka tidk lebih dari 90 cm; dan untuk perempuan Asia tidak lebih dari 80 cm.
Apakah cara ini berguna? Ya. "Data menunjukkan bahwa pengukuran lingkar pinggang dapat menjadi sangat bermanfaat," kata Kahan.

Rasio Pinggang dan Tinggi Badan: Pengukuran ini membandingan ukuran pinggang dan tinggimu. Cara ini bisa jadi lebih berguna dibanding hanya ukuran pinggang saja, menurut Kahan. Tujuannya adalah supaya lingkar pinggangmu lebih kecil dari setengah tinggi badanmu.
Rasio Pinggang dan Pinggul: Cara ini membandingkan ukuran pinggangmu dengan ukuran pinggulmu. Kahan tidak merekomendasikan metode ini. "Kita memiliki data yang baik bahwa menggunakan rasio pinggang dan pinggul tidak lebih berharga dibandingakan hanya menggunakan pengukuran pinggang," jelasnya.

Timbangan impedansi bioelektrik: Timbangan ini mengirim arus listrik ke tubuh untuk menilai lemak dan massa ramping tubuh. Cara ini dapat berguna menurut Atkinson.

Ada juga metode lain yang lebih baik untuk mengukur lemak tubuh, seperti MRI dan DEXA. Namun bagi kebanyakan orang, cara ini tidak praktis. "Cara ini memang lebih akurat, tapi juga jauh lebih mahal dan lebih sulit untuk dilakukan, jadi  kedua cara ini bukanlah pilihan yang baik," tambah Kahan.

Ternyata ada banyak cara untuk mengukur dan mengetahui seberapa sehat seseorang dilihat dari ukuran dan bentuk fisiknya. Ternyata IMT semata memang tidak bisa dijadikan patokan untuk menyatakan seseorang sehat atau tidak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, dan walaupun berat badan berperan besar, tapi bukan berarti orang yang kurus (yang IMTnya normal) pasti lebih sehat daripada mereka yang IMTnya diatas normal.

Artikel sebelumnya: Senam di rumah mencegah stress